Dilema yang Berkepanjangan

Ini bukan cerita naik turunnya semangat ngeblog sahabat saya… ini cerita seorang anak kampung yang menggantungkan hidupnya hanya mengandalkan pekerjaan sebagai kuli ngetik di internet… saya memang tidak punya pekerjaan lain selain ngetik dan ngeklik… Bukan sebuah rahasia jika internet bisa dijadikan lahan berburu dollar, meski penghasilan saya tak seberapa jika dibandingkan gaji Menteri Keuangan  :greedy: – namun saya tetap mensyukurinya…

Naik turunnya kurs dollar terhadap rupiah memang sudah biasa – tapi dilemanya bagi saya ( dan mungkin bagi sahabat2 yang lain ) tak akan pernah usai… :eyes_droped:

Semenjak kurs dollar melambung tinggi, sejak itu pun biaya hidup kita semakin sulit untuk ditutupi. Bagaimana tidak, semua harga pokok meningkat dengan drastis – agak sedikit timpang memang jika harga kebutuhan pokok naik setiap saat, sementara gaji di kantor hanya naik setahun sekali :big_smile:

Sementara banyak orang berpikir bagaimana caranya untuk “mengencangkan ikat pinggang” – dan sebagian lainnya berpikir untuk mencari “keran tambahan” – selera masing2… Hanya yang perlu kita pertanyakan kembali – bukankah kita ingin hidup bahagia dan sejahtera? Apakah dengan mengurangi kebutuhan hidup adalah sebuah “pertanda” kita bahagia? silakan direnungkan kembali sambil ngopi :coffee:

Menghindar dari kebutuhan terkadang bisa membuat hidup serasa tersiksa… bayangkan jika jadwal makan dikurangi, susu untuk anak dikurangi, ah jangan… sahabat pasti masih punya hati nurani untuk selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga tercinta…. 😉

Lalu seperti apa mencari “keran  tambahan”? :scorn: Banyak cara untuk mencari keran tambahan, niat hati yang kuat, kenali diri sendiri dan mulailah melangkah serta doa  :pray: –  sedikit guyonan yang mungkin bisa membuka mata sahabat, pernahkah sahabat mendengar ada orang yang berkata “Apa sih di dunia ini yang gak bisa jadi uang?” – Jika sahabat belum pernah mendengarnya, saya pastikan sahabat baru membacanya. Guyonan tersebut memang ada benarnya, bahkan ada yang lebih sadis lagi “bla bla bla… kencing aja Rp. 1000,-” :wakakak:

Ah jadi kepanjangan nih ceritanya  :the_iron_man: –  simpelnya gini aja deh, saya kadang merasa dilema dengan kurs rupiah terhadap dollar… entah saya harus senang atau saya harus “mengelus dada” ketika kurs rupiah menguat – yang pasti penghasilan saya akan turun… entah saya harus senang atau saya harus “mengelus dada” ketika kurs rupiah melemah – yang pasti penghasilan saya naik… mudah2an tidak ada yang mengatakan bahwa saya bersenang2 di kala bangsa ini sedang terpuruk – yang pasti saya mah tidak ikutan korupsi… :nothing:

Comment using your Facebook


Warning: Division by zero in /home2/saka21/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1379

Baru ada 26 respon di tulisan “Dilema yang Berkepanjangan

  1. Sebuah dilema yang bukan “dilema” heeh ?
    yang pasti menurut versi saya jangan pernah merasa bersalah, toh ada imbal baliknya; naik turun, turun naik akhirnya toh menjadi 0-0 :big_smile:

  2. Gak usah dilema mas,, gayus aja yg korupsi milyaran aja tenang2 aja hahaha…
    Yg ptng jgn lp bagi2 rejeki kalo pas rp melemah ehehehe

    (OOT) jwb prtnyaan di blog saya, DS itu apa ya mas?? Disk space atau dunia se* Hehehe
    Kalo disk space sekarang udh 1gb mas

  3. semuanya emang sudah mulai mahal ya mas…
    mau apa2 harus keluar kocek…
    kencing 1000.. parkir 2000.. mandi 3000.. ngrokok 4000…
    diitung2 mau ke kamar mandi aja abis 10.000 yaak…
    weleeeehhhh

  4. iyya neh..harga sekarang melambung tinggi,sementara gaji di review setahun sekali hasilnya bertahan 2 tahun 😥

    Namun akibat naik turun pula..kita bisa ada di dunia ini :haha: :haha:

  5. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  6. Kunjungan perdana nih sob.. blognya keren dan saya suka tampilannya.
    Tentang kurs dolar naik, saya pasti akan senang jika sudah bisa menghasilkan dolar juga dari bisnis online dan itu jadi cita2 saya. Kalau sobat mau mengajarkan saya, tentunya saya tidak keberatan menjadi murid hehe.. (ngarep mode:ON)

  7. Menghindar dari kebutuhan terkadang bisa membuat hidup serasa tersiksa

    hihihihihihihi, suka sama kalimat itu
    karena emang bener adanya. tapi kadang rancu sama : yang kita butuhkan bener kebutuhan atau keinginan yah?
    :big_smile:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *