Horor sebagai komoditi bisnis di Indonesia

Negeri tercinta ini ternyata tidak hanya kaya dengan potensi alam. Ternyata Indonesia juga kaya dengan hororisme… Coba tengok setiap bioskop, hampir setiap hari terpampang film-film yang bernuansa horor *) Jika masih kurang percaya dengan kekayaan film horor, silakan datengin tempat2 penyewaan VCD/DVD, kita bisa kontan merasakan tempat tersebut koq angker banget rasanya… karena disana berjejer film2 horor made in Indonesia yg siap membuat suasana di rumah Anda bagai kuburan…

Baca judulnya aja udah bikin merinding… Mulai dari Kuntilanak, Pocong, Hantu, Suster Ngesot dan teman-teman. Itupun belum disebutkan turunannya, kalo disebutin bisa seabreg… Paku Kuntilanak, Titisan Kuntilanak, Tali Pocong Perawan, Kereta Hantu Manggarai, Hantu Jeruk Purut, Kutukan Suster Ngesot, Beranak Dalam Kubur, Mati Suri, Hantu Jamu Gendong, Hantu Binal Jembatan Semanggi… ah udah ah angker…

“Bang, ada Suster Keramas gak?”

“Woalah, susternya masih “maen” blom sempet keramas” :beaten:

Itu hanyalah sebuah karya dari kreatifitas anak bangsa yang mungkin juga dipengaruhi oleh lingkungan. Seharusnya film tersebut dijadikan sebagai sebuah “hiburan” semata, atau lebih baiknya menjadi sebuah media “edukasi” bagi penonton. Namun terkadang film “horor” membuat orang menjadi cenderung negatif.

Tidak sedikit dari mereka yg tadinya pemberani, sekarang menjadi  seorang penakut. Tak sedikit juga dari mereka yang sepulang dari bioskop nyampe rumah gak bisa tidur, kebayang2 mulu wajah hantu yang imut2 di film tadi…

Jika memang Anda tidak bisa menjadikan sebuah film sebagai tuntunan, sebaiknya jadikan saja sebagai sebuah hiburan. Dan jangan sampai membuat diri Anda menjadi negatif… Sadarlah, dibalik film tersebut hampir semua motifnya semata2 karena bisnis… Terimakah Anda jika yang buat film jadi kaya raya, sementara Anda tersiksa gak bisa tidur gara2 nonton film tersebut? Hihihi…

Salam Horor

:electric_shock: :electric_shock: :electric_shock:

Comment using your Facebook


Warning: Division by zero in /home2/saka21/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1379

Baru ada 26 respon di tulisan “Horor sebagai komoditi bisnis di Indonesia

  1. Kang Sakaaaaaaaaa………apa kabar?
    semoga selalu sehat ya, amin.
    maaf baru mampir sekarang……..
    memang gitulah Kang, selama masih ada yg suka sama film2 horor, ya film2 hantu2an akan tetap laku dan dibikin lagi dan lagi.
    salam.

  2. seruu iaa non film neh
    apa lagiihh klo di bioskop berduaan :big_smile:
    teruuss pas ada adegan seremnya si pacar…teriaakkk aaaaaaaa serem (sambil tutup mata tapi sandaran ke pundak^^)
    advertisement = iklan = lagii blajar buat kesanah
    met istirahaat kang :big_smile:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *