Saat Si Kecil Mengatakan: Aku Benci Bunda !!

Penulis ›Bunda Lily

seorang ibu rumah tangga yang baru mengenal blog dan masih terus dan terus berusaha agar keluar dari gaptekisme nya

Apa yang akan Anda lakukan? Marah? Tertawa? Menangis?

Sebenarnya tidak sedikit anak-anak yang mengungkapkan kekesalan pada orang tua mereka dengan ucapan yang menyakitkan.
Tentu saja wajar jika ada yang menangis karena kata-kata itu, karena tidak ada orang tua yang ingin dibenci oleh putra-putri mereka sendiri.
Sebagian menganggap kalimat tersebut serius, sebagian lagi menganggap itu hanya angin lalu dan menjadikannya bahan untuk tertawa.

Lalu apa cara paling baik untuk menghadapi serangan kalimat yang paling sering dipakai anak untuk melampiaskan emosinya seperti “Aku benci, Bunda (atau Ayah)!”,
“Ayah (atau Bunda) tidak sayang sama aku,”
, “Bunda selalu bilang tidak,”
, “Ayah dan Bunda tidak adil,” dan lain sebagainya?

Inilah saran yang diberikan Roberta Israeloff dalam buku WHAT TO DO ABOUT YOUR CHILD’S MOODS AND EMOTIONS untuk Anda yang mengalami kejadian seperti ini.

Jangan Tunjukkan Reaksi Berlebihan

Sekalipun sulit untuk tidak menunjukkan reaksi dalam hal ini, tetapi cara terbaik untuk menyelesaikan serangan “Aku benci, Bunda!” adalah ketenangan.
Tarik panjang napas Anda dua hingga tiga kali untuk meredakan emosi Anda, entah itu marah, menangis atau bahkan tertawa.
Fokus untuk meredakan emosi ini dan jangan dulu mengatakan atau berbuat apapun, Anda harus tetap tenang lalu katakan:

“Bunda tahu kamu sangat marah dengan bunda, kita akan membicarakan masalah ini, tetapi tidak sekarang. Kita tunggu hingga emosi kamu reda,”

Ini penting untuk menunjukkan pada buah hati Anda bahwa Anda mengerti dan paham dengan maksud serangan “Aku benci, Bunda!”.
Ini lebih baik daripada Anda balik menyerang mereka dengan kata-kata, “Kamu tidak benar-benar membenci bunda kan?” atau ketidakpedulian seperti, “Terserah kamu, jadi anak itu harus penurut,”.

Selain itu, ini akan mengajarkan anak Anda untuk meredakan emosi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pendapat dan pikirannya.

Bicarakan Dengan Buah Hati

Anda tentu sudah mengenal tabiat buah hati Anda, sehingga saat emosinya sudah reda dan sudah bisa saling berbincang, maka ajak dia untuk membicarakan masalah tersebut dengan Anda.
Mungkin wajahnya masih menunjukkan raut tidak suka pada Anda, tidak perlu memperpanjang masalah dengan emosi pada wajah tersebut, sekarang Anda harus fokus pada perbincangan dari sudut pandang buah hati.

Biarkan dia menceritakan apa yang membuat dirinya ‘membenci’ Anda.
Setiap apa yang dia katakan adalah sudut pandang mereka, sudut pandang anak-anak.

Anda tidak bisa begitu saja tidak peduli atau menganggapnya lelucon, tetap dengarkan dan rasakan apa yang mereka ungkapkan.
Terus arahkan pembicaraan dalam fokus masalah, tanyakan apa saja yang mengganggu pikirannya, kekecewaannya dan segala yang ingin Anda ketahui.

Biarkan dia bercerita dan jangan menyela, karena Anda punya waktu untuk mengeluarkan pendapat Anda setelah buah hati Anda.

Tanyakan Gagasan Mereka

Sebagai orang tua, Anda sedang dalam masa belajar, dan buah hati Anda adalah partner terbaik, sehingga penting bagi Anda untuk mendapat kritik, saran dan ide-ide untuk bahan tambahan pelajaran.

Seringkali sebagai orang tua, Anda merasa benar, tetapi bagaimana dengan penilaian anak Anda? Belum tentu.
Karena itu tanyakan pada mereka apa yang mereka inginkan dari Anda, atau hal-hal apa saja yang luput selama ini.

Mungkin Anda pernah menjanjikan sesuatu dan lupa menepatinya.
Atau misalnya anak Anda merasa ayah mereka lebih baik dari Anda, pikirkan kembali alasan mereka sehingga bisa berpikir demikian.
Mungkin juga buah hati Anda masih merasa sakit hati dengan kata-kata yang Anda lontarkan saat memarahi mereka, sehingga itu bisa menimbulkan serangan “Aku benci, Bunda!”

Akhiri Dengan Cinta

Ini akan membuat buah hati Anda merasa nyaman dan menerima Anda kembali sebagai orang tua mereka.
Peluk buah hati Anda setelah berbincang dan katakan, “Sekalipun Bunda memarahi kamu, Bunda masih sayang kamu,” Biasanya anak-anak akan merasa tenang dengan perlakuan ini.

Seberapa pun anak Anda marah atau tidak setuju dengan Anda, mereka akan tetap punya tempat berlabuh terbaik, yaitu orang tua yang selalu mendengarkan mereka dan menerima mereka dengan cinta.

Salam

Comment using your Facebook


Warning: Division by zero in /home2/saka21/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1379

Baru ada 12 respon di tulisan “Saat Si Kecil Mengatakan: Aku Benci Bunda !!

  1. hedeehh, Bunda Lily yang penulis, yang bukunya sudah terbit itu ternyata sedang tampil di sini. 😛

    btw, siapa bilang mamih gaptek? gaulnya aja sama kang saka dan kang yayat.

    **spt biasa mamih pasti bilang, “gaptek..? no tengkyu..!”

    • gaptek itu tidak ada ukurannya… sy sendiri oge masih merasa gaptek karena memang masih banyak yg belum eike ketahui dan harus dipelajari.

      jadi sesama gaptek jangan saling mendahului, bila komentator ugal-ugalan, hubungi RT/RW setempat. :wakakak:

      • gapteknya bunda mah dah jelas kebangetan Kang Saka…
        masa’ kemarin aja gak ngerti cara publish tulisan disini …hiks….

        tararengkyu big size Kang , dah dibolehin ikutan nampang disini …hehehehe… 😛
        salam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *