Ingat kata reengineering ingat pula dengan kata business process reenginering, sebuah proses radikal untuk membenahi sebuah organisasi usaha. Saya mengenal kata ini dalam artikel di sebuah majalah bisnis yang tergeletak yang saya temukan tahun 1997 di rumah kawan disela-sela bermain solitaire dan sendiri -an. Lantas menjadi sebuah kata yang mengiang ketika perusahaan tempat saya bekerja mengharuskan restrukturisasi atas perusahaan-perusahaan yang ada.
“Business process re-engineering is the analysis and design of workflows and processes within an organization. According to Davenport (1990) a business process is a set of logically related tasks performed to achieve a defined business outcome. Re-engineering is the basis for many recent developments in management.” (wikipedia) + Sumber Gambar dari http://themercedeslounge.com.
Terlalu berlebihan memang. Kala itu untuk disebut perusahaan menengah pun mungkin perusahaan kami masih jauh. Apalagi dengan keterlibatan keluarga yang sangat kental yang membuat perusahaan kami lebih pas disebut ‘hanya’ perusahaan keluarga walaupun berbadan hukum perseroan terbatas. Namun senyatanya jika melihat definisi yang dikemukakan wikipedia di atas, jelas bahwa perusahaan kami dulu mengalami perombakan yang cukup radikal walau tanpa melibatkan konsultan management dan konsep yang jauh dari sempurna. Hanya terbatas pada pembenahan organisasi, disiplin keuangan, restrukturisasi keuangan dan pembenahan dalam disiplin operasi.
Terlalu berlebihan lagi jika harus dikaitkan dengan management blogging yang justru lebih banyak dikerjakan sendiri. Namun biarlah kata ini sebatas menginspirasi. Sama sekali tidak bermaksud untuk menyamakan posisi dimana bagi perusahaan besar reengineering bagi beberapa pihak cukup menakutkan. Hanya saja beberapa point ada persamaan bahwa “reengineering” dalam struktur pengelolaan usaha online yang berbasis blog dan web dalam hal radikalisasi proses dan pembenahan struktur blog yang kebetulan blog saya cukup banyak. Ada keharusan untuk pembenahan dari sisi konten, hosting dan mesin web. Ada pula yang mengharuskan atau paling tidak terpikirkan untuk menghapus beberapa blog atau web yang tidak produktif bahkan hanya menjadi beban.
Aksinya banyak cara. Salah satunya jika orang yang seperti saya yang memiliki pengetahuan blogging dan usaha yang tidak seberapa, melibatkan pihak ketiga untuk konsultasi adalah wajib dilakukan. Ibarat ketika berkecimpung kita memerlukan tutor yang pas, pun dalam pembenahan usaha diperlukan kawan yang mumpuni untuk menghasilkan pembenahan radikal yang efisien.
Mungkin itulah yang akan saya lakukan seiring dengan menurunnya pendapatan dari usaha online ini. Bagi saya istilah reengineering ini sangat menginspirasi sebagai upaya saya saat ini untuk menemukan kembali sarana bisnis online yang bisa memberikan hasil yang optimal.
Tulisan ini terinspirasi dari artikelnya pemilik blog ini yang berjudul Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata ? dimana saya hari ini kebetulan membaca kembali dan teringat oleh masa lalu saya yang " ...
Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata? Sebuah pertanyaan yang mungkin pernah menghinggapi pikiran sobat. Mungkin dulu, atau malah sekarang sobat tengah kepikiran untuk menjalankan sebuah bisnis, dan ...
Judulnya fantastis dan bombastis, ngepet tanpa baskom dan lilin. Sangat cocok buat yang males kerja namun pengin duit berlimpah, cukup dengan ngepet, tanpa modal baskom dan tanpa modal lilin. Apakah m ... 
Melakukan restrukturisasi terhadap sebuah peluang usaha.
Menilai dan meninjau ulang prospek dari sebuah peluang untuk jangka yang lebih panjang
semoga semakin jaya dengan perombakannya
Amiiin, makasih atas do’anya
Wah mantap sekali tulisannnya, rekomended banget.
Terima kasih atas apresiasinya
memang saat ini bisnis online smakin marak di dunia internet, terbukti bnayaknya web online shop,:D
Makin banyak gan, bisnis online jadi bingung milih hehee