Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata?

Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata?Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata? Sebuah pertanyaan yang mungkin pernah menghinggapi pikiran sobat. Mungkin dulu, atau malah sekarang sobat tengah kepikiran untuk menjalankan sebuah bisnis, dan sobat masih bingung menentukan antara bisnis online (online business) atau bisnis nyata (tradisional).

Sebelum bisnis online kita kenal, tentu bisnis di dunia nyata (di kehidupan sehari2) lebih dulu kita kenal. Tentu kita lebih dulu mengenal PASAR sebelum akhirnya kita mengenal ONLINE MARKET.

Pada dasarnya, bisnis online yang kita kenal sekarang hanyalah cerminan dari bisnis nyata / bisnis tradisional tersebut. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya (menurut saya) hanyalah media yang digunakan. Untuk membuktikannya, mari kita telaah persamaan berikut:  (ini bukan rumus persamaan matematika ya )  😀

Bisnis Tradisional Bisnis Online
Produk yang dijual beragam, berupa barang maupun jasa. Produk yang dijual beragam, berupa barang (contohnya Amazon.Com, eBay.Com) maupun jasa seperti Paid Review, Web Design, dan lainnya.
Perlu keahlian, keuletan dan perhitungan yang matang untuk bisa berhasil. Lha sama aja, bisnis online juga perlu yang namanya keahlian dan keuletan. Semua tentu ada prosesnya, bisnis tradisional maupun bisnis online sama2 memerlukan pengorbanan, baik itu materi maupun imateri. Satu pesan saya, JANGAN HARAP KAYA MENDADAK dari bisnis apapun.
Di bisnis tradisional ada yang namanya pasar Apalagi di internet, bisa dikatakan pasar di internet lebih banyak daripada pasar tradisional 😀
Banyak yang bangkrut / gagal menjalankan bisnis tradisional, namun tidak sedikit juga yang berhasil. Sama aja, di bisnis online juga banyak yang gulung tikar. Tapi kalau bisnis online gak ada yang berhasil, mengapa sekarang semakin marak yang namanya bisnis online? Semua itu tergantung dari bagaimana cara kita memanage bisnis kita.
Sering terjadi yang namanya penipuan, si penjual menipu pembeli contohnya. Wah kalo di bisnis online lebih gila lagi yang namanya scam / penipuan. Yang terpenting adalah kita lebih jeli dalam mengenali penipu-penipu dalam bisnis.
Bisnis tradisional memerlukan modal berupa materi (uang), baik itu besar maupun kecil. Bisnis online juga gak ada yang gratis, minimal sobat harus investasi buat bayar koneksi internet :))

Bisnis online berkaitan erat dengan bisnis tradisional tersebut. Meskipun namanya bisnis online, tidak semua aktifitas bisnis bisa dilakukan secara online. Salah satu contohnya ketika sobat (sebagai penjual) harus mengirim barang pesanan yang dipesan secara online di situs sobat (toko online). Untuk barang non-digital misalnya, sobat harus tetap menggunakan jasa pengiriman barang. Belum ditemukan penjual ngirim LED TV kepada konsumennya hanya dengan menggunakan kabel internet.

Dari kedua jenis bisnis tersebut, tentu ada kekurangan dan kelebihan (mudah2an bisa dibahas lain waktu). Dalam contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa bisnis online (internet) bisa digunakan sebagai media promosi untuk menunjang kelancaran bisnis tradisional. Memadukan kedua jenis bisnis tersebut bisa dijadikan pilihan untuk sobat yang sekarang berniat menjual produk (bisa berupa barang maupun jasa).

Lalu bagaimana buat sobat yang sekarang sedang keranjingan bisnis online?

Meski bisnisnya dilakukan melalui internet, hasilnya terasa secara nyata. Tolong sobat jangan bertanya “Gimana caranya uang bisa keluar dari komputer?” Saya sendiri kadang bingung jelasin ketika orang tua saya menanyakan hal tersebut :-??

Setiap kita berbisnis, tentu ada hasil yang diharapkan. Namun kadang kita terlalu cepat menyerah sebelum hasil itu datang :-q Dan parahnya, kita juga terlalu cepat mengatakan “SAYA GAGAL” X_X omagot. Sadarlah sahabatku, namanya bisnis ada kalanya naik, ada kalanya jatuh. Proses tersebut lah yang membuat kita lebih memahami bagaimana cara memanage bisnis dengan baik.

Sebelum sobat terjun ke dalam bisnis online, sobat harus mengenali tipe bisnis online yang seperti apa yang sesuai dan sanggup sobat lakukan. Saya pernah menulis sebuah artikel tentang blog monetizing, mungkin tulisan tersebut bisa dijadikan langkah pertama untuk sobat memulai bisnis online.

Dan terakhir, untuk sobat yang sekarang belum berhasil, atau penghasilannya datar2 saja, sobat harus lebih bersabar. Sahabat saya (Dwi Budi Santoso) pernah menulis artikel dengan judul “Ngepet tanpa baskom dan lilin“, terus terang judulnya bikin saya kaget. Namun setelah dibaca, ada sebuah pesan moral yang menurut saya sangat penting untuk dipahami para pelaku bisnis.

:(|) 3:-O :bz

Comment using your Facebook


Warning: Division by zero in /home2/saka21/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1379

Baru ada 21 respon di tulisan “Mending Bisnis Online atau Bisnis Nyata?

  1. Dikhotomi antara bisnis online dan bisnis nyata itu menurut saya gak tepat ah .. saya lebih menyukai bisnis online dan offline atau bisnis internet dan konvensional (bukan tradisional) >>IMHO.
    Bisnis online bagi saya nyata .. karena :
    1. Perlu Investasi : setidak-tidaknya media koneksi. Saya tentu saja investasi komputer, investasi ilmu, investasi themes, investasi plugin, investasi waktu dll.
    2. Perlu Strategi : Tanpa arah saya yakin tak akan menemukan hasil yang sempurna. Orang kadang saya punya strategi baik di online maupun offline jika kurang tepat sama lapurnya. Jika strateginya tepat sasaran ya Insya Allah menghasilkan.
    3. Produk : setuju .. sama .. barang dan jasa baik di internet maupun di offline mesti ada.
    4. Ada biaya rutin dan non rutin. Koneksi tiap bulan pasti saya keluar.
    5. Resiko : wow luar biasa. Kesannya aja kerja di rumah, padahal resiko tinggi juga. Investasi yang meleset, juga resiko fisik seperti ambeyen karena duduk terus .. sehingga resiko ini perlu juga diukur.
    6. Ada hasil yang riil ? Tiap bulan istri saya yang ngambil ke kantor pos ;)) … Amazon neh baru dikit tapi lumayan giftcardnya sudah jadi barang dan sampe ke rumah ;))
    Jadi bagi saya bisnis online dan offline sama nyatanya .. ada yang dijual dan ada yang menghasilkan.
    Yang penting bisnis online dan offline juga sama, perlu proses. Tidak bisa diperoleh dengan mudah untuk mendapat recehan apalagi jutaan bahkan milieuran wkwkwk.
    Itu kang yang saya rasakan selama ini …
    Trims .. artikelnya keren 🙂

  2. komen Ngai kirakira gak beda jauhlah dengan poinpoin yg sudah disampaikan oleh mang yayat.

    *pemahaman kami berada pada level yang sama tentang masalah ini.

  3. Numpang belajar di sini ah..
    Kedua bisnis tersebut sama sama butuh waktu tenaga dan dana. Dan sama sama butuh proses. Hehe, saya hanya menyimpulkan apa yg dikatakan Kang Yayat 🙂
    Salam persahabatan

  4. Ini pandangan saya atau lebih enak kalau dibilang pendapat 😀
    Bisnis online akan lebih mudah dijalankan bagi yang mengerti internet dan punya koneksinya. Bisnis online adalah langkah awal bagi yang ga punya modal banyak untuk berbisnis. Contohnya, bisa mencoba menjadi reseller dengan memanfaatkan blog gratisan sebagai medianya. Reseller tidak memerlukan modal (uang). hanya perlu koneksi dan kemauan(pasang iklan gratis sebanyak2nya). Cukup dengan membuat blog, cari penjual yang menawarkan kerjasama reseller dan bisa sistem dropshipping(barang dikirim oleh si pemilik barang langsung tapi atas nama si reseller).
    Jualan online tidak terikat waktu, bisa dicek pakai HP yg bisa internetan.

    Kalau untuk bisnis nyata, biasanya memerlukan modal yang cukup besar, kecuali bisnis pulsa dkk 😛
    contohnya, kita memerlukan sewa tempat,stok barang yang akan dijual dan promosi tentunya 😉 + stand by ditempat nungguin toko atau yang ga mau cape nungguin toko ya harus merogoh kocek lagi buat menggaji karyawan 😆

    Udahan mas komentnya…kepanjangan 😀 wkwkwkwkkk jadi kayak nulis artikel dalam artikel 😛

    • beda kepala tentunya beda pendapat, tergantung dari pengalaman masing2… namun secara umum antara bisnis online dan bisnis konvensional hampir sama 🙂 terima kasih atas pendapatnya neng :-bd

      ooohh neng sansinto ternyata suka yang panjang-panjang yaaaa 😀
      apa kabar neng? udah lama gak berkomeng ria
      =))

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. Pingback: Menatap Kesibukan Bisnis Online | sang saka

  2. Pingback: Reengineering dalam Bisnis Online | sang saka